Dorongan Hidup Manusia
Banyak orang di dalam hidup ini yang menempatkan diri mereka pada dorongan hidup yang salah. Mereka mulai berhenti untuk hidup di dalam sesuatu yang benar-benar mereka cintai. Mereka melakukan sesuatu yang mereka pikir lebih rasional. Mereka takut sehingga tidak menjadi dirinya sendiri.
Beberapa orang dari kita mungkin memiliki masa lalu yang tidak mengenakkan atau ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita memiliki dorongan hidup tertentu. dan terkadang dorongan-dorongan hidup yang paling sering muncul dalam hidup kita adalah :
#. Dorongan Hidup untuk Uang
Banyak orang yang dalam hidup ini menempatkan dorongan hidupnya pada uang. Mereka mengasumsikan bahwa segala sesuatu di dalam kehidupan ini bisa diraih dengan uang.
Mungkin kita pernah mendengar hal ini : Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang. Dengan uang kita dapat membeli rumah, tetapi tidak keluarga, kita dapat membeli tempat tidur tetapi tidak tidur yang lelap, kita bisa mendapatkan posisi tetapi tidak rasa hormat, kita bisa membeli jam tetapi tidak waktu, kita dapat membeli buku tetapi tidak pengetahuan, kita dapat membeli darah tetapi tidak kehidupan.
Uang tidak akan pernah dapat memberikan kita kehidupan, apabila dalam hidup ini kita hanya mengejar uang dan menjadikannya dorongan hidup kita. Kita dilahirkan dengan tidak membawa apapun dan pada akhirnya manusia akan meninggalkan dunia ini tanpa membawa apapun.
Uang bukanlah hal utama dalam hidup ini, uang mungkin terkesan memberikan makna kehidupan bagi kita tetapi makna yang diberikan uang hanyalah bersifat sementara. Mitos yang sering di percaya adalah semakin banyak uang maka akan membuat kita semakin bahagia dan aman. Namun faktanya uang bisa hilang begitu saja dalam sekejap karena faktor-faktor yang tidak bisa kita kontrol. " Kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Milikilah sesuatu yang bermakna sesungguhnya bagi kita sendiri ".
Ketika kita mengejar tujuan hidup kita yang sebenarnya, uang hanyalah bonus yang akan kita dapatkan, karena kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari uang, yaitu kehidupan yang bermakna.
#. Dorongan Hidup untuk Mencari Gaya Hidup
Pada umumnya setelah seseorang memiliki uang, mereka akan mengejar gaya hidup. Banyak orang selalu membayangkan memiliki gaya hidup yang tidak dia miliki sekarang, dengan melihat bahwa gaya hidup yang dijalani orang lain selalu lebih menarik lalu menjadikan gaya hidup tersebut sebagai tujuan hidup untuk dikejar.
Sama dengan uang, gaya hidup hanyalah bersifat sementara. Mengejar gaya hidup mungkin akan memberikan makna hidup, tetapi makna tersebut hanya bersifat sementara. Kita boleh mengejar gaya hidup tertentu, namun jangan letakkan gaya hidup sebagai tujuan.
#. Dorongan Hidup untuk Spritualitas
Dorongan spritualitas adalah dorongan terhadap hal-hal yang bersifat religiusitas atau kerohanian. Banyak orang yang memiliki panggilan untuk hidup dalam dorongan spritualitas. Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan ini hanyalah sesaat dan kehidupan yang sesungguhnya adalah "kehidupan selanjutnya". Hal tersebut tidaklah salah, tetapi yang perlu disadari adalah bahwa "kehidupan selanjutnya" adalah tentang sebab dan akibat. Apa yang akan kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita lakukan di kehidupan sekarang ini.
Hal ini ibarat kita sedang menghadapi ujian. Apabila kita belajar dan berusaha maka kita akan mendapatkan nilai yang baik. Nilai adalah hasil dari apa yang kita jalani. Nilai memang sesuatu yang berada diluar kontrol kita, yang ada dalam kontrol kita adalah belajar dan berusaha, namun percayalah saat kita berusaha sebaik mungkin, maka hasilnya pun akan baik.
Sama halnya dengan kehidupan, "Kehidupan selanjutnya" adalah tentang akibat dari yang kita jalani di kehidupan sekarang. Apa yang bisa kita lakukan bukanlah merubah kehidupan kita selanjutnya, tetapi adalah apa yang bisa kita lakukan di dalam kehidupan kita sekarang ini sehingga berdampak bagi "kehidupan selanjutnya".
Memilik dorongan hidup untuk spritualitas yang besar bukan berarti kita hanya menjalani hidup ini dengan berdo'a sepanjang hari. Dunia ini tidak berjalan seperti itu, diperlukan seseorang yang menanam padi sehingga kita bisa merasakan nasi yang kita makan sehari-hari.
Dorongan spritualitas yang besar artinya bagaimana kita bisa menghargai dan bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan berikan dengan menjalaninya sepenuh hati, memanfaatkan kehidupan kita untuk kebergunaan, dan mendatangkan kebaikan untuk kehidupan.
Banyak orang yang menaruh dorongan hidup untuk spritualitas dengan mindset yang salah. Kita sering mengesampingkan fakta yang ada di kehidupan sekarang ini. Kita lupa untuk berbagi dengan kehidupan, membantu orang lain dan berkontribusi dalam kehidupan. Kita hanya berfokus pada kehidupan spritualitas kita masing-masing.
Tuhan telah memberikan kita anugerah yang begitu besar, yaitu hidup dan waktu. Maka selanjutnya pikirkanlah bagaimana kita akan menggunakan hidup dan waktu yang kita miliki untuk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan, tidak hanya duduk dan menunggu surga atau apapun yang sering kita sebut "Kehidupan Selanjutnya".
THE, ALVIN WIBOWO -> Life Purpose