Sunday, 2 July 2017

Ruang Hati untuk Sang Pemimpi

Setiap diri kita, sekecil apapun pasti punya impian. Semakin besar impian kita, semakin kita harus bersiap untuk memiliki sahabat baru dalam perjalanan berupa kesulitan, kekecewaan bahkan kegagalan. Meskipun demikian, satu hal yang pasti : "When the world says, "Give up!", hope whispers, "Try it one more time."

Ruang hati sang pemimpi sangatlah luas. Seseorang yang punya mimpi, akan selalu melihat harapan di depan matanya. Tidak terbelenggu dengan duri-duri yang tajam yang menghalangi langkah kaki. Tidak terprovokasi dengan berita-berita negatif yang sering kali meluluhlantahkan perjalanan seseorang menuju impiannya. Ia makhluk optimis, makhluk yang selalu memiliki harapan. Kita "buang" sekalipun sang pemimpi dalam sebuah penjara kecil, ia tetap akan berkarya. Justru, sering kali penjara menjadi sebuah singgasana baginya untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Seolah merupakan sinyal baginya untuk melanjutkan kehidupan dalam sebuah cerita yang lebih mengasyikkan. Sebut saja beberapa tokoh yang sudah sangat terbiasa kita dengar. Nelson Mandela, ia di penjara hampir 27 tahun di Robben Island. Di dalam penjara, ia tidak lantas berteriak menjadi manusia yang penuh kegalauan dan kegelisahan. Justru disana ia merenungkan dan menyusun sebuah strategi yang akan dilakukannya untuk Afrika Selatan saat ia menjadi pimpinannya kelak.

Tuesday, 27 June 2017

Redefine Your Life

" Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya
berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin
yang tidak menggugah semangat dan kehidupan seperti mesin yang hanya akan
berakhir dengan pensiun yang tidak seberapa "
(Seno Gumira Ajidarma)


Jika pagimu datang bertandang, jangan hanya duduk diam dan memandang. Jangan biarkan pagi dilalui dengan berdiam diri. Bangunlah, kawan! Lalui hari dengan percaya diri. Buktikan kita bisa berlari mengejar mimpi. 

Dalam proses mencapai tujuan-tujuan dalam hidup, sering kali emosi tak terkendali. Kadang kita merasa sangat semangat, kadang kita merasa tidak memiliki semangat. Seperti halnya mobil, saat sudah hampir tak mampu bergerak, berarti ia sedang kehabisan bahan bakar. Lalu ia akan mampir ke pom bensin dan siap bergerak kembali.

Begitu pula halnya manusia. Saat sudah mulai tak berdaya, ia akan mencari "pom bensin". Bisa jadi "pom bensin" itu adalah sebuah komunitas positif yang ada di sekitar kita. Bisa jadi ia berupa petuah dari seseorang yang kita anggap sebagai mentor. Bisa jadi ia berupa buku-buku yang mampu memberikan inspirasi dalam kehidupan kita.

Redefine your life. Mendifinisikan kembali kehidupan kita bisa dimulai dengan kembali memformulasikan makna hidup ini. Apa yang dicari dalam hidup ini? Untuk apa hidup di bumi ini? kedua pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang akan menjadi sebuah dasar dan fondasi yang akan semakin kokoh jika kita sudah menemukan jawaban yang solid.

Tak heran jika Buya Hamka mengatakan " Jika hidup sekadar hidup, babi hutan juga hidup. Jika hidup sekadar bekerja, kera juga bekerja ".

Imam Syafi'i pernah mengatakan kalimat berikut :

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, 'kan keruh menggenang.
Biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Sahabat, teruslah melompat dari suatu kebaikan kepada kebaikan lainnya. Melangkahlah terus dengan aktif untuk melakukan sesuatu dengan menghadirkan diri kita yang terbaik. Kehidupan itu merupakan mata rantai. Kita harus menjadi orang yang memelihara, bukan yang dipelihara. Kita orang yang mencintai, bukan orang yang dicintai. Saat kita memulai dengan me- makan akan terjadi di-. Dengan memberi, kita akan diberi. Dengan mencintai, kita akan dicintai. Dengan mengasihi, kita akan dikasihi. Inilah makna kesejatian dalam kehidupan. Sebuah definisi baru kehidupan kita untuk memberikan cinta secara aktif dengan menjadi manusia yang mau memulai terlebih dahulu dengan melakukan kebaikan terlebih dahulu.

Yasier Utama -> Awareness in the Silence.

Sunday, 25 June 2017

Look at Me, Please!

"Merasa diperhatikan Tuhan rasanya jauh lebih nikmat
dibandingakan dengan diperhatikan manusia"

Fenomena "Look at Me, please!" menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita. Manusia-manusia di sekitar kita, banyak yang haus perhatian. Membeli barang bermerek bukan karena kebutuhan namun karena ingin diperhatikan. Meningkatkan pendidikan ke jenjang yang paling tinggi, hanya untuk mendapat kekaguman manusia. Namun ketika tak ada seorangpun memperhatikannya, titab-tiba ada kemarahan di dalam hati. Seolah tidak menerima kecuekan yang ada di sekitarnya. Hmmm,,,, Alangkah melelahkannya kehidupan seperti ini.

Setiap langkah menjadi arena perlombaan untuk menunjukkan diri kepada orang lain bahwa ia orang hebat. Coba saja kita perhatikan beberapa kejadian ringan yang ada disekitar kita. Sesekali luangkan waktu untuk bisa merenungkan kejadian tersebut agar menjadi sebuah pelajaran.

Suatu hari, ada sebuah mobil jaguar melintas di depan lobby hotel. Seorang wanita dengan tas bermerek bejalan menghampiri mobil tersebut. Herannya, wanita tersebut tak juga mau masuk ke mobilnya. Ternyata dia tidak mau masuk sebelum sopirnya berdiri dan keluar membukakan pintu untuknya. Nampak wajahnya penuh amarah melihat sang sopir yang tidak segera membukakan pintu untuknya.

Coba juga perhatikan di sosial media ... Facebook, Instagram, dll .... berapa banyak manusia yang seakan haus untuk mempertontonkan segala kemewahan yang ada. Berupaya menggapai perhatian dengan jam tangan bermerek yang melingkar di tangannya, dengan tas mewah yang bergantung di lengannya, dengan berlian yang menempel di telinganya, Look at me, Please! Look how great I am! setiap mengunggah poto baru, sesekali akan melihat seberapa banyak like yang diberikan. Semakin banyak like yang didapatkan semakin bahagia dirinya. Senyum simpul pun terpajang diwajahnya, namun sebaliknya jika like yang didapatkan sedikit, sungguh kejadian tersebut akan membuatnya kecewa.

Mmmmm Sungguh melelahkan hidup seperti itu....
 

Apa Yang Menjadi Dorongan Hidup Anda?

Dorongan Hidup Manusia

Banyak orang di dalam hidup ini yang menempatkan diri mereka pada dorongan hidup yang salah. Mereka mulai berhenti untuk hidup di dalam sesuatu yang benar-benar mereka cintai. Mereka melakukan sesuatu yang mereka pikir lebih rasional. Mereka takut sehingga tidak menjadi dirinya sendiri.

Beberapa orang dari kita mungkin memiliki masa lalu yang tidak mengenakkan atau ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita memiliki dorongan hidup tertentu. dan terkadang dorongan-dorongan hidup yang paling sering muncul dalam hidup kita adalah :

#. Dorongan Hidup untuk Uang

Banyak orang yang dalam hidup ini menempatkan dorongan hidupnya pada uang. Mereka mengasumsikan bahwa segala sesuatu di dalam kehidupan ini bisa diraih dengan uang. 
Mungkin kita pernah mendengar hal ini : Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang. Dengan uang kita dapat membeli rumah, tetapi tidak keluarga, kita dapat membeli tempat tidur tetapi tidak tidur yang lelap, kita bisa mendapatkan posisi tetapi tidak rasa hormat, kita bisa membeli jam tetapi tidak waktu, kita dapat membeli buku tetapi tidak pengetahuan, kita dapat membeli darah tetapi tidak kehidupan.

Uang tidak akan pernah dapat memberikan kita kehidupan, apabila dalam hidup ini  kita hanya mengejar uang dan menjadikannya dorongan hidup kita. Kita dilahirkan dengan tidak membawa apapun dan pada akhirnya manusia akan meninggalkan dunia ini tanpa membawa apapun.

Uang bukanlah hal utama dalam hidup ini, uang mungkin terkesan memberikan makna kehidupan bagi kita tetapi makna yang diberikan uang hanyalah bersifat sementara. Mitos yang sering di percaya adalah semakin banyak uang maka akan membuat kita semakin bahagia dan aman. Namun faktanya uang bisa hilang begitu saja dalam sekejap karena faktor-faktor yang tidak bisa kita kontrol. " Kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Milikilah sesuatu yang bermakna sesungguhnya bagi kita sendiri ".

Ketika kita mengejar tujuan hidup kita yang sebenarnya, uang hanyalah bonus yang akan kita dapatkan, karena kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari uang, yaitu kehidupan yang bermakna.

#. Dorongan Hidup untuk Mencari Gaya Hidup

Pada umumnya setelah seseorang memiliki uang, mereka akan mengejar gaya hidup. Banyak orang selalu membayangkan memiliki gaya hidup yang tidak dia miliki sekarang, dengan melihat bahwa gaya hidup yang dijalani orang lain selalu lebih menarik lalu menjadikan gaya hidup tersebut sebagai tujuan hidup untuk dikejar.
Sama dengan uang, gaya hidup hanyalah bersifat sementara. Mengejar gaya hidup mungkin akan memberikan makna hidup, tetapi makna tersebut hanya bersifat sementara. Kita boleh mengejar gaya hidup tertentu, namun jangan letakkan gaya hidup sebagai tujuan.

#. Dorongan Hidup untuk Spritualitas

Dorongan spritualitas adalah dorongan terhadap hal-hal yang bersifat religiusitas atau kerohanian. Banyak orang yang memiliki panggilan untuk hidup dalam dorongan spritualitas. Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan ini hanyalah sesaat dan kehidupan yang sesungguhnya adalah "kehidupan selanjutnya". Hal tersebut tidaklah salah, tetapi yang perlu disadari adalah bahwa "kehidupan selanjutnya" adalah tentang sebab dan akibat. Apa yang akan kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita lakukan di kehidupan sekarang ini.

Hal ini ibarat kita sedang menghadapi ujian. Apabila kita belajar dan berusaha maka kita akan mendapatkan nilai yang baik. Nilai adalah hasil dari apa yang kita jalani. Nilai memang sesuatu yang berada diluar kontrol kita, yang ada dalam kontrol kita adalah belajar dan berusaha, namun percayalah saat kita berusaha sebaik mungkin, maka hasilnya pun akan baik.

Sama halnya dengan kehidupan, "Kehidupan selanjutnya" adalah tentang akibat dari yang kita jalani di kehidupan sekarang. Apa yang bisa kita lakukan bukanlah merubah kehidupan kita selanjutnya, tetapi adalah apa yang bisa kita lakukan di dalam kehidupan kita sekarang ini sehingga berdampak  bagi "kehidupan selanjutnya".

Memilik dorongan hidup untuk spritualitas yang besar bukan berarti kita hanya menjalani hidup ini dengan berdo'a sepanjang hari. Dunia ini tidak berjalan seperti itu, diperlukan seseorang yang menanam padi sehingga kita bisa merasakan nasi yang kita makan sehari-hari.

Dorongan spritualitas yang besar artinya bagaimana kita bisa menghargai dan bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan berikan dengan menjalaninya sepenuh hati, memanfaatkan kehidupan kita untuk kebergunaan, dan mendatangkan kebaikan untuk kehidupan.

Banyak orang yang menaruh dorongan hidup untuk spritualitas dengan mindset yang salah. Kita sering mengesampingkan fakta yang ada di kehidupan sekarang ini. Kita lupa untuk berbagi dengan kehidupan, membantu orang lain dan berkontribusi dalam kehidupan. Kita hanya berfokus pada kehidupan spritualitas kita masing-masing.

Tuhan telah memberikan kita anugerah yang begitu besar, yaitu hidup dan waktu. Maka selanjutnya pikirkanlah bagaimana kita akan menggunakan hidup dan waktu yang kita miliki untuk mendatangkan kebaikan bagi kehidupan, tidak hanya duduk dan menunggu surga atau apapun yang sering kita sebut "Kehidupan Selanjutnya".

THE, ALVIN WIBOWO -> Life Purpose

Ruang Hati untuk Sang Pemimpi

Setiap diri kita, sekecil apapun pasti punya impian. Semakin besar impian kita, semakin kita harus bersiap untuk memiliki sahabat baru dala...