Setiap diri kita, sekecil apapun pasti punya impian. Semakin besar impian kita, semakin kita harus bersiap untuk memiliki sahabat baru dalam perjalanan berupa kesulitan, kekecewaan bahkan kegagalan. Meskipun demikian, satu hal yang pasti : "When the world says, "Give up!", hope whispers, "Try it one more time."
Ruang hati sang pemimpi sangatlah luas. Seseorang yang punya mimpi, akan selalu melihat harapan di depan matanya. Tidak terbelenggu dengan duri-duri yang tajam yang menghalangi langkah kaki. Tidak terprovokasi dengan berita-berita negatif yang sering kali meluluhlantahkan perjalanan seseorang menuju impiannya. Ia makhluk optimis, makhluk yang selalu memiliki harapan. Kita "buang" sekalipun sang pemimpi dalam sebuah penjara kecil, ia tetap akan berkarya. Justru, sering kali penjara menjadi sebuah singgasana baginya untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Seolah merupakan sinyal baginya untuk melanjutkan kehidupan dalam sebuah cerita yang lebih mengasyikkan. Sebut saja beberapa tokoh yang sudah sangat terbiasa kita dengar. Nelson Mandela, ia di penjara hampir 27 tahun di Robben Island. Di dalam penjara, ia tidak lantas berteriak menjadi manusia yang penuh kegalauan dan kegelisahan. Justru disana ia merenungkan dan menyusun sebuah strategi yang akan dilakukannya untuk Afrika Selatan saat ia menjadi pimpinannya kelak.
No comments:
Post a Comment